PRUlink Syariah, Asuransi berprinsip syariah islam

 

pru

Perkembangan asuransi di Indonesia saat ini banyak mengalami kemajuan yang sangat pesat. walaupun perkembangan asuransi di indonesia mengalami kemajuan, akan tetapi khususnya di asia tenggara, indonesia masih terbilang kecil masyarakat pengguna jasa asuransi. Jika kita mau melirik negeri tetangga (contoh singapura), setiap warga singapura mempunyai 2 sampai 4 asuransi, padahal warga singapura mempunyai resiko tingkat accident lebih rendah di bandingkan indonesia, baik berupa tingkat kesehatan, kecelakaan kerja, ataupun bencana alam.

Ada beberapa faktor sehingga masyarakat indonesia enggan menggunakan jasa asuransi, diantaranya adalah tidak semua masyarakat indonesia memahami asuransi. dikarenakan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat itu sendiri dan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Bahkan untuk masyarakat yang fanatik terhadap transaksi syariah (Bagi muslim) asuransi konvensional boleh dibilang haram bagi mereka. Asuransi Konvensional yang digunakan mayoritas masyarakat di Indonesia, bukan merupakan asuransi yang dikenal para pendahulu dari kalangan ahli fiqih. Terjadi perbedaan pendapat ulama tentang Asuransi Non Syariah (Asuransi Konvensional) hasil kajian ilmu dan ijtihad dari mereka.

Saat ini, ada banyak jenis dan manfaat yang ditawarkan oleh asuransi, di mana setiap perusahaan asuransi memiliki beragam fitur dan keunggulan pada masing-masing produk yang mereka keluarkan. Seiring dengan perkembangan zaman, bukan hanya bank yang menggunakan system konvensional dan syariah, asuransi pun mulai merambah ke system syariah. demi membuat kenyamanan nasabah, terutama nasabah yang beragama muslim dan Selama beberapa tahun terakhir, asuransi syariah menjadi salah satu produk asuransi yang banyak dibicarakan dalam kalangan masyarakat. Asuransi ini hadir untuk memenuhi kepentingan dan keinginan banyak orang yang mengharapkan adanya sebuah produk asuransi yang halal dan sesuai dengan ketentuan syariah.

ekonomi-syariah.jpg

Akan tetapi, masyarakat yang masih buta tentang perbedaan asuransi konvensional dan syariah pasti akan bertanya tanya ? “apa sih perbedaaan asuransi konvensional dan syariah ?” untuk itu saya di sini akan menjelaskan perbedaan asuransi konvensional dengan syariah. karena sebagai calon pengguna, maka sudah sewajarnya jika kita memahami dan mengenal dengan baik asuransi yang akan kita pilih dan gunakan. Hal ini akan membantu kita untuk mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal atas penggunaan tersebut.

Dalam perkembangannya, asuransi syariah memiliki banyak keunggulan dan kelebihan jika dibandingkan dengan asuransi konvensional. Hal ini tentu saja membuat adanya perbedaan mendasar di antara kedua jenis asuransi tersebut.

Contoh asuransi prudential atau di sebut dengan pru syariah, dalam asuransi prudential syariah mereka ada namanya istilah Risk Sharing”,  atau yang dimaksud risk sharing di sini yaitu setiap pengguna wajib saling tolong menolong dan setiap pengguna yang membayarkan premi ke prudential akan mempunyai 2 akad :

  1. Akad pertama adalah akad tabarru’ karena sudah karakteristik asuransi syariah yaitu saling tolong menolong (Ta’awun) dan melindungi (Takaful) diantara para peserta melalui pembentukan dana (Dana Tabarru) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi resiko tertentu.
  2. Akad kedua yaitu akad tijarah yang merupakan perjanjian antara peserta dengan pihak perusahaan (prudential syariah) yang akan mengelola dana tabarru’ tersebut dengan memperoleh imbalan atau fee.

Dalam prudential syariah, setiap anggota/ peserta wajib memberikan dana hibah (akad tabarru’) kepada pihak prudential, sehingga jika ada peserta yang terkena musibah dan mengajukan klaim, maka klaim tersebut diambil dari dana hibah tersebut dengan prinsip tabarru’ atau tolong menolong. bukankah ini juga sebagai bentuk implementasi dari hadits Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam :

 “Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat, dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Dalam hal pemasaran, mulai dari penjelasan produk, akad-akad yang digunakan, pihak prudential syariah lebih detil, transparan dan jelas konsepnya. karena prudential syariah berkomitmen untuk menghindari 3 hal yang dilarang dalam ketentuan syariah syariah islam, yaitu : Grahar, Masyir dan Riba

  1. Grahar adalah transaksi yang tidak memiliki kepastian terhadap barang yang menjadi objek transaksi. Dalam hadits telah dijelaskan bahwasannya “Rasulullah saw melarang jual beli yang mengandung gharar.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Nasa’I, Abu Daud, dan ibnu Majah).
  2. Masyir adalah suatu transaksi yang menempatkan salah satu pihak yang harus menanggung beban pihak yang lain akibat transaksi tersebut. metode masyir ini menurut para ulama sama halnya dengan perjudian, karena terdapat dalam hadits shahih al-Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :,مَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ : تَعَال أُقَامِرُكَ فَلْيَتَصَدَّقْ“Barangsiapa yang menyatakan kepada saudaranya, ‘Mari, aku bertaruh denganmu.(Perjudian) maka hendaklah dia bersedekah.” (Hr. Bukhari dan Muslim)
  3. Riba adalah tambahan (zidayah) yang tidak diperkenankan dalam syariah. tentu saja, untuk semua muslim riba adalah hal yang haram hukumnya. maka untuk itu bagi seorang muslim, kita pasti sangat berhati hati sekali dalam urusan perniagaan termasuk juga dalam urusan asuransi, sehinnga kita tidak terjebak dalam riba. karena hukuman bagi pelaku riba, sangatlah keras. seperti sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.  Dari Sa’id bin Zaid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya riba yang paling buruk adalah merusak kehormatan seorang muslim tanpa hak, dan sesungguhnya rahim dijalinkan oleh Ar Rahman, barangsiapa yang memutuskannya niscaya Allah mengharamkan baginya syurga.” (Ahmad, bab Musnad Said bin Zaid, no 1564)

Pengguna/nasabah prudential juga akan mendapatkan kenyamanan lainnya berupa surplus underwriting, apa itu surplus underwriting ? surplus underwriting adalah dana yang akan diberikan kepada pemegang polis bila terdapat kelebihan dari dana tabarru, termasuk juga jika ada pendapatan lain setelah di kurangi klaim dan hutang kepada perusahaan (Jika ada). Hal inilah yang membedakan asuransi syariah dan konvensional. Dalam asuransi konvensional, dana premi adalah keuntungan perusahaan sedangkan dalam asuransi syariah, dana atau premi yang nasabah setorkan kepada perusahaan adalah hak nasabah. Tanpa ijin nasabah, pihak perusahaan tidak mempunyai hak, apalagi sampai menggunakan untuk hal-hal yang menguntungkan perusahaan. Perusahaan Asuransi Syariah hanya memegang amanah sebagai pengelola dana nasabah.

Dari semua proses dan transaksi yang dilakukan prudential syariah dijamin syariahnya karena prudential Syariah diawasi secara penuh oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) agar sesuai dengan kaidah dan aturan Islam.

Bagaimana untuk calon nasabah ? masih ragukah anda untuk bergabung dengan asuransi prudential berbasis syariah. prudential syariah bukan hanya sebagai wadah proteksi untuk kita maupun keluarga. tetapi juga didalamnya terdapat prinsip prinsip ajaran islam, sehingga lebih menerapkan norma kejujuran. selain itu juga anda dapat memberikan pertolongan untuk sesama muslim yang membutuhkan pertolongan.

Iklan

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.